Sabtu, 22 April 2017

Friendzone: just go (Bag.1)

"Aku akan berhenti menyukainya." Kata-kata itu kuucapkan dalam hati dengan penuh keyakinan. Yakin bahwa aku bisa  menjauhinya, yakin bahwa aku bisa menguatkan rasa benciku padanya. Tapi nihil. Aku merindukannya ketika aku mencoba menjauhinya. Aku merindukannya ketika aku tak bertegur sapa dan melihatnya. Aku merindukannya ketika tak ku temukan dering panggilan ataupun pesan darinya.

Tapi bagaimana rindu itu bisa terus menerus memuncak saat hanya aku yang memiliki rasa dan tahu jika itu hanya cinta sepihak. 

Kadang, banyak hal yanh tidak dapat aku mengerti. Bahkan seberapa keras aku memahaminya, aku masih tidak mengerti. 

"Hey!" suaranya mengejukan lamunku.
"Besok ada film baru, mau nonton?!" tanyanya.
"Baiklah."
"Tapi Alana ikut." Dan aku merasa terhianati. Yang aku pikirkan adalah hanya aku dan dia yang pergi menonton, tetapi ternyata dia membawa teman wanita yang selama ini dia sukai. Tidakkan kalian berpikir jika aku hanya akan menjadi obat nyamuk mereka?!
"Kalau begitu kenapa kalian tidak pergi berdua saja!?" Aku marah, dan aku jelas menujukkan rasa ketidaksukaanku padanya. 

Setelah mengucapkan itu aku pergi, berjalan lebih cepat meninggalkannya. Benar, seharusnya sejak awal aku berlari lebih cepat saja dan meninggalkan segala erasaan sialan ini. Toh, dia jua tidak pernah berusaha mencoba untuk mengejarku.

Ah~friendzone sialan

Fine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar